Text
ANALISIS RESEPSI TERHADAP PENGKRITIKAN BENTUK TUBUH (BODY SHAMING) PADA FILM IMPERFECT: KARIER, CINTA, TIMBANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resepsi audiens terhadap pengkritikan bentuk tubuh (body shaming) dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena body shaming yang masih sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya terhadap perempuan, baik di lingkungan keluarga, pertemanan, maupun media sosial. Film Imperfect dipilih karena menampilkan berbagai bentuk body shaming yang dekat dengan realitas sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis resepsi menggunakan teori encoding-decoding Stuart Hall. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap perempuan berusia 18–25 tahun di Kota Pekanbaru yang telah menonton film Imperfect dan pernah mengalami body shaming. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audiens memaknai pesan body shaming dalam film melalui dua posisi resepsi, yaitu posisi dominan (dominant-hegemonic position) dan posisi negosiasi (negotiated position), sedangkan posisi oposisi (oppositional position) tidak ditemukan. Informan pada posisi dominan menerima pesan film bahwa body shaming merupakan tindakan yang tidak tepat dan dapat berdampak negatif terhadap kondisi emosional serta kepercayaan diri seseorang. Sementara itu, informan pada posisi negosiasi menerima pesan utama film, tetapi masih menganggap body shaming sebagai hal yang sering terjadi dan telah dianggap biasa di lingkungan sosial tertentu. Perbedaan pemaknaan tersebut dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, latar belakang sosial, serta cara pandang masing-masing informan terhadap isu body shaming. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa audiens berperan aktif dalam memaknai pesan media sesuai dengan pengalaman dan konteks sosial yang dimiliki. Film Imperfect tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga media yang mampu membangun kesadaran audiens terhadap dampak body shaming dalam kehidupan sehari-hari.
No other version available