Text
DESAIN PERKERASAN BETON SEMEN PADA JALAN AIR SEBAKUL SIMPANG BETUNGAN PROVINSI BENGKULU
Simpang Betungan merupakan salah satu ruas jalan yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi di wilayah Kota Bengkulu. Peningkatan volume lalu lintas, khususnya kendaraan niaga, serta kondisi tanah dasar dengan daya dukung rendah berpotensi menurunkan kinerja perkerasan jalan. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan struktur perkerasan yang mampu menahan beban lalu lintas selama umur rencana. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan tebal perkerasan beton semen (rigid pavement) serta menentukan tebal pelat beton dan lapis pondasi bawah yang sesuai berdasarkan pedoman Pd T-14-2003. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitis dengan mengacu pada pedoman perencanaan perkerasan beton semen. Data yang digunakan meliputi data lalu lintas hasil survei lapangan, data tanah dasar berupa nilai CBR, serta parameter desain seperti kuat tarik lentur beton. Analisis dilakukan melalui tahapan perhitungan lalu lintas rencana dalam bentuk repetisi beban sumbu kendaraan, penentuan modulus reaksi tanah dasar, serta perhitungan tebal pelat beton dan lapis pondasi bawah berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sumbu kendaraan niaga kumulatif selama umur rencana sebesar 3,26 × 10? repetisi. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh tebal pelat beton sebesar 200 mm (20 cm) dan tebal lapis pondasi bawah berupa lean concrete sebesar 150 mm (15 cm). Hasil analisis fatik dan erosi menunjukkan tingkat kerusakan sebesar 0% yang masih berada di bawah batas yang diizinkan, sehingga struktur perkerasan dinyatakan aman dan mampu memberikan kinerja yang optimal selama umur rencana. Dengan demikian, dari hitungan tersebut disarankan untuk menghitung kembali pada lalulintas dan beban lalulintas yang lebih sesuai dengan kondisi jalan. Kata kunci: perkerasan beton semen, Pd T-14-2003, tebal pelat beton
No other version available