Text
STRATEGI PERENCANAAN ALIGNEMEN HORIZONTAL (LENGKUNG PERALIHAN) PADA LAHAN TERBATAS
STRATEGI PERENCANAAN ALIGNEMEN HORIZONTAL (LENGKUNG PERALIHAN) PADA LAHAN TERBATAS ABSTRAK Perencanaan alignemen horizontal merupakan salah satu aspek penting dalam desain geometrik jalan yang berpengaruh terhadap kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengguna jalan, terutama pada ruas jalan dengan keterbatasan lahan. Kondisi tersebut menyebabkan pemenuhan parameter geometrik sering kali tidak dapat dilakukan secara ideal sehingga diperlukan strategi perencanaan yang tetap mengacu pada ketentuan teknis yang berlaku. Ruas Jalan Pesisir Utara Kabupaten Karimun STA 0+965–2+580 merupakan jalan arteri yang memiliki beberapa tikungan pada kawasan dengan keterbatasan ruang akibat kondisi topografi dan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis strategi perencanaan alignemen horizontal (lengkung peralihan) pada lahan terbatas yang memenuhi standar metode Bina Marga sehingga dapat menjamin kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, serta (2) menganalisis penerapan jalan berkeselamatan pada Ruas Jalan Pesisir Utara Kabupaten Karimun STA 0+965–2+580 berdasarkan peraturan dan spesifikasi teknis yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan evaluatif. Data yang digunakan terdiri atas data primer berupa survei geometrik jalan menggunakan koordinat lapangan serta data sekunder berupa gambar perencanaan, peta trase, dan literatur pendukung. Pengolahan data dilakukan menggunakan Autodesk Civil 3D 2022 untuk memperoleh parameter geometrik tikungan, kemudian dianalisis berdasarkan Pedoman Desain Geometrik Jalan Nomor 13/P/BM/2021. Evaluasi meliputi penentuan kecepatan rencana, radius minimum tikungan, superelevasi, panjang lengkung peralihan, tipe tikungan, serta penerapan konsep jalan berkeselamatan melalui pendekatan self explaining road dan regulating road. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi perencanaan alignemen horizontal pada lahan terbatas dilakukan melalui pendekatan kompromi geometrik dengan tetap memenuhi persyaratan minimum PDGJ 2021. Ruas penelitian memiliki empat tikungan utama dengan radius berturut-turut 30,00 m; 294,02 m; 91,92 m; dan 137,61 m pada kecepatan rencana 40 km/jam, dimana PI-1 merupakan lokasi paling kritis sehingga diperlukan pengendalian kecepatan operasional hingga sekitar 25 km/jam, optimalisasi elemen geometrik, serta penambahan perlengkapan keselamatan jalan. Penerapan konsep jalan berkeselamatan dilakukan melalui pemasangan rambu tikungan, rambu batas kecepatan, marka reflektif, chevron alignment marker, dan guardrail sesuai prinsip self explaining road dan regulating road. Dengan demikian, tujuan penelitian telah tercapai, yaitu menghasilkan strategi perencanaan alignemen horizontal yang sesuai dengan standar Bina Marga serta penerapan jalan berkeselamatan yang mampu meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan pada kondisi lahan terbatas.
No other version available