Text
Pengaruh Tempering Bertingkat Terhadap Ketangguhan dan Kekerasan Baja AISI 1045 untuk Aplikasi Komponen Otomotif
Baja AISI 1045 merupakan baja karbon menengah yang banyak digunakan dalam industri, khususnya pada komponen otomotif dan mesin, karena memiliki keseimbangan sifat mekanik yang cukup baik. Namun, sifat mekanik tersebut masih dapat ditingkatkan melalui proses perlakuan panas ( Heat treatment). Variasi temperatur tempering bertingkat yang digunakan pada penelitian ini adalah 350°C, 450°C, 550°C. Metode penelitian yang digunakan meliputi pemanasan hingga suhu austenitisasi, pendinginan cepat (Quenching) menggunakan oli SAE 40 W dan temperatur yang telah ditentukan. Pengujian sifat mekanik dilakukan melalui uji impact metode charpy dan uji kekerasan metode rockwell serta pengamatan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi temperatur tempering bertingkat mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat mekanik baja AISI 1045. Nilai kekerasan mengalami peningkatan setelah panas dan mencapai nilai maksimum pada temperatur 450°C, kemudian menurun pada temperatur 550°C. Sebaliknya, nilai energi impact cenderung meningkat seiring dengan kenaikan temperatur tempering yang menunjukan peningkatan sifat keuletan material. Perubahan sifat tersebut berkaitan erat dengan transformasi struktur mikro, berupa distribusi fasa ferrite, pearlite, dan martensit temper. Berdasrkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suhu tempering secara bertahap atau bertingkat dapat meningkatkan kekerasan material, meskipun pada temperatur 550°C kekerasan menurun dan ketangguhan pada hasil uji impact meningkat dibandingkan dengan kondisi tanpa perlakuan.
No other version available