Text
Potensi Dan Strategi Pengembangan UPTD Balai Benih Tanaman Hortikultura dan Plasma Nutfah menjadi Agrowisata Edukasi dan Konservasi di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.
Pengembangan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Tanaman Hortikultura dan Plasma Nutfah Kabupaten Pelalawan memiliki potensi strategis dalam mendukung konservasi sumber daya genetik tanaman sekaligus menjadi destinasi agrowisata edukasi yang berkelanjutan. Potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena masih terdapat berbagai keterbatasan antara lain kualitas sarana dan prasarana, kapasitas sumber daya manusia serta belum adanya strategi pengembangan yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi UPTD Balai Benih Tanaman Hortikultura dan Plasma Nutfah sebagai agrowisata edukasi dan konservasi, mengukur tingkat kepuasan pengunjung serta merumuskan strategi pengembangan yang tepat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Responden terdiri atas 3 orang pejabat, 10 orang pengelola dan 40 orang pengunjung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan Importance Performance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index (CSI), Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPTD memiliki lahan seluas 4,7 hektar dengan koleksi berbagai plasma nutfah tanaman buah langka dan varietas unggul nasional yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan agrowisata edukasi dan konservasi. Tingkat kepuasan pengunjung berdasarkan nilai CSI sebesar 71,95% termasuk kategori kurang puas dimana masih terdapat atribut pelayanan yang memerlukan prioritas perbaikan terutama kondisi jalan, keamanan dan fasilitas pendukung. Hasil analisis SWOT dan QSPM menghasilkan tiga strategi prioritas yaitu penguatan kapasitas sumber daya manusia, pembentukan tim pengelola agrowisata edukasi dan konservasi yang profesional serta penguatan program konservasi plasma nutfah berbasis teknologi informasi. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat fungsi konservasi, meningkatkan daya tarik wisata edukasi serta mendorong pembangunan agribisnis berkelanjutan di Kabupaten Pelalawan dan Provinsi Riau.
No other version available