Text
Hubungan Antara Regulasi Emosi Dengan Stres Kerja Pada Guru SLB
Dalam menjalankan perannya sebagai tenaga pendidik, guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dihadapkan pada berbagai tuntutan kerja yang kompleks karena karakteristik peserta didik yang beragam dan memerlukan penanganan khusus. Kondisi tersebut menuntut kemampuan regulasi emosi yang baik agar guru dapat melaksanakan tugas secara optimal serta meminimalkan stres kerja. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 131 guru SLB yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data skala stres kerja pada penelitian ini menggunakan skala modifikasi dari saymona (2025) dan skala regulasi emosi pada penelitian ini menggunakan skala modifikasi dari Ahmad (2025). Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara regulasi emosi dengan stres kerja, dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,397 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi regulasi emosi maka semakin rendah stres kerja, sebaliknya semakin rendah regulasi emosi maka semakin tinggi stres kerja.
No other version available