Text
MODEL SOSIAL DALAM PENANGANAN MASALAH PENYANDANG DISABILITAS (STUDI DI KABUPATEN KAMPAR)
Penelitian ini mengkaji penerapan Model Sosial terhadap permasalahan disabilitas di Kabupaten Kampar. Model Sosial yang dikembangkan oleh Tarsidi (2012) mengidentifikasi tiga dimensi utama disabilitas: sikap, dukungan sosial, dan struktur fisik. Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Kampar pada tahun 2025, terdapat 5.121 orang penyandang disabilitas yang tersebar di 21 kecamatan, namun hanya 252 orang yang menerima bantuan. Kekacauan yang signifikan ini menandakan adanya permasalahan sistemik dalam penanganan penyandang disabilitas di daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, kerja semi terstruktur, dan dokumentasi. Tujuh orang yang dipilih secara sengaja menjadi informan penelitian, antara lain Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Pekerja Sosial Ahli Muda, Para pegawai bidang rehabilitasi sosial, dan penyandang disabilitas penerima bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengidentifikasi kesiapan kelembagaan Dinas Sosial Kabupaten Kampar dalam menangani masalah penyandang disabilitas; (2) menganalisis penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan faktor yang mempengaruhi penanganan disabilitas; dan (3) mengidentifikasi keterkaitan dimensi sikap, dukungan sosial, dan struktur fisik dalam Model Sosial dengan program kemampuan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Kampar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi Model Sosial di Kabupaten Kampar masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kurangnya sosialisasi untuk mengurangi stigma sosial, kurangnya koordinasi sektoral, dan kurangnya akses menyeluruh terhadap fasilitas. Akibatnya, terdapat beberapa indikator positif, seperti ketersediaan alat bantu (seperti kaki palsu, kursi roda, dan alat bantu dengar), program pengembangan ekonomi berorientasi produksi, dan upaya koordinasi antar pemangku kepentingan yang mulai berkembang
No other version available