Text
PENGEMBANGAN KAPASITAS APARATUR SIPIL NEGARA DI BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kepulauan Meranti serta mengidentifikasi faktorfaktor yang menghambatnya. Masalah yang diteliti berfokus pada belum optimalnya pengembangan kapasitas ASN, yang ditandai oleh rendahnya realisasi anggaran bimbingan teknis, belum meratanya kesempatan pelatihan, serta rendahnya penguasaan teknologi informasi dan sistem pengelolaan keuangan daerah di kalangan aparatur. Penelitian ini menggunakan teori pengembangan kapasitas (capacity building) yang dikemukakan oleh Keban, yang mencakup tiga dimensi, yaitu pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi, dan reformasi kelembagaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas ASN di BPKAD Kabupaten Kepulauan Meranti belum berjalan optimal pada ketiga dimensi tersebut. Faktor-faktor yang menghambat meliputi keterbatasan anggaran pengembangan kompetensi, terbatasnya kuota peserta pelatihan, belum tersedianya mekanisme analisis kebutuhan pelatihan yang sistematis, lemahnya koordinasi antara BPKAD dan BPKSDM, serta keterbatasan infrastruktur teknologi informasi yang menghambat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah
No other version available