ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisis Makna Simbolik Togak Tonggol dalam Upacara Adat Melayu di Kecamatan Langgam
Bookmark Share

Text

Analisis Makna Simbolik Togak Tonggol dalam Upacara Adat Melayu di Kecamatan Langgam

WINDA MIRZA - Personal Name; Ivan Taufiq - Personal Name;

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik yang terkandung dalam Tradisi Togak Tonggol pada Upacara Adat Melayu di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Togak Tonggol merupakan tradisi sakral eksklusif milik pebatinan Petalangan Kurang Oso Tigo Puluah di bawah naungan Datuk Rajo Bilang Bungsu, yang dilaksanakan setiap tahun menjelang bulan Ramadan bersamaan dengan upacara Potang Mogang Balimau Kasai. Tradisi ini bukan sekadar ritual budaya, melainkan merupakan wujud nyata dari filosofi hidup masyarakat Melayu Petalangan yang tidak memisahkan antara urusan adat, agama, dan pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes yang membedakan tiga lapisan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan kerangka komunikasi budaya dan interaksi simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap simbol dalam tradisi ini, mulai dari tonggol (bendera kebesaran suku), tepak sirih, gondang ogung, warna tonggol, kelapa yang digendong, payung, penyembelihan kambing, hingga pertunjukan silat, mengandung lapisan makna yang memperkuat nilai kepemimpinan, spiritualitas, persatuan, dan identitas Melayu Petalangan. Tradisi Togak Tonggol berfungsi sebagai medium komunikasi budaya yang berlandaskan prinsip Tali Bapilin Tigo, yakni keseimbangan antara adat, agama, dan pemerintahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tradisi Togak Tonggol bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan merupakan mekanisme akuntabilitas kepemimpinan adat dan pembaruan kontrak moral antara pemimpin dan anak-kemenakan yang diulang setiap tahunnya, sekaligus menjadi identitas kolektif yang sarat nilai sosial dan budaya masyarakat Melayu Petalangan di Riau.


Availability
#
Ilmu Komunikasi (Fakultas Ilmu Komunikasi) Komunikasi 003.5 Win A
ETD6137II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Komunikasi 003.5 Win A
Language
Indonesia
NPM
219110024
Publisher
Ilmu Komunikasi : Universitas Islam Riau., 2026
Keyword(s)
Semiotika Roland Barthes
Makna Simbolik,
Togak Tonggol
Upacara Adat Melayu
Budaya Petalangan
Other Information
Petugas
Budi Santoso
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?