Text
Analisis Disiplin Kerja Perangkat Desa yang Berstatus Pegawai Negeri Sipil di Kantor Desa Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri Kecamatan Kubu Babussalam Kabupaten Rokan Hilir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan disiplin kerja pada perangkat desa yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir. Sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, aparatur desa dituntut memiliki tingkat kedisiplinan, profesionalitas, serta akuntabilitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang diemban. Namun, berdasarkan hasil pengamatan awal, masih ditemukan berbagai bentuk pelanggaran disiplin, seperti keterlambatan hadir, meninggalkan pekerjaan sebelum waktu yang ditentukan, keluar kantor tanpa keterangan yang jelas saat jam kerja, penggunaan gawai untuk kepentingan pribadi, serta rendahnya tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Desa, Sekretaris Desa, para Kepala Urusan, Kepala Seksi, serta masyarakat sebagai pengguna layanan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan disiplin kerja perangkat desa di Kantor Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri belum berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari beberapa indikator, antara lain: tingkat kehadiran dan ketepatan waktu yang masih rendah, adanya pegawai yang meninggalkan kantor sebelum waktunya atau tidak berada di tempat saat jam kerja, pelaksanaan apel pagi yang tidak konsisten, kurangnya fokus dalam bekerja, kebiasaan menunda penyelesaian tugas, ketidaklengkapan dokumen pendukung, pembagian beban kerja yang tidak merata, serta sistem absensi yang masih manual. Adapun faktor penghambat utama meliputi lemahnya pengawasan dari pimpinan, kurangnya keteladanan, serta belum diterapkannya sistem penghargaan dan sanksi secara konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pengawasan, penerapan sistem absensi berbasis digital, serta penguatan peran pimpinan sebagai teladan dalam menegakkan disiplin kerja di lingkungan pemerintahan desa.
No other version available