ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of ANALISIS MAKNA SIMBOLIK GERAKAN TUKANG TARI JALUR TUAH RAJO BINTANG NAGORI DALAM PERSPEKTIF NILAI KOMUNIKASI DI DESA PULAU LANCANG
Bookmark Share

Text

ANALISIS MAKNA SIMBOLIK GERAKAN TUKANG TARI JALUR TUAH RAJO BINTANG NAGORI DALAM PERSPEKTIF NILAI KOMUNIKASI DI DESA PULAU LANCANG

VIKO ALFAHRI - Personal Name; Eko Hero - Personal Name;

Pacu Jalur merupakan tradisi budaya masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi yang tidak hanya berfungsi sebagai perlombaan perahu tradisional, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya yang sarat dengan simbol dan makna. Salah satu unsur penting dalam tradisi ini adalah tukang tari yang berada di haluan jalur dan menyampaikan pesan melalui gerakan nonverbal. Seiring perkembangan zaman, sebagian masyarakat, khususnya generasi muda, mulai memandang gerakan tersebut hanya sebagai hiburan tanpa memahami makna simboliknya. Kondisi ini berpotensi mengurangi pemahaman terhadap nilai budaya yang diwariskan dalam tradisi Pacu Jalur. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi simbolik gerakan tukang tari, mengungkap makna yang terkandung di dalamnya, serta menjelaskan hubungan antara penanda dan petanda dalam sistem komunikasi budaya Pacu Jalur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pawang jalur, pengurus jalur, serta tukang tari di Desa Pulau Lancang, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan tukang tari meliputi posisi awal di depan haluan jalur, gerakan duduk, berdiri, kibasan tangan kanan, dan kibasan tangan kiri yang berfungsi sebagai penanda dalam komunikasi nonverbal. Gerakan tersebut merepresentasikan makna keseimbangan jalur, kesiapan, semangat kolektif, koordinasi pendayung, dan kerja sama tim sebagai petanda. Keberadaan tukang tari juga mencerminkan fungsi sosial sebagai penghubung antara unsur teknis perlombaan dan nilai budaya. Hubungan antara penanda dan petanda terbentuk melalui kesepakatan budaya yang diwariskan secara turun-temurun sehingga tukang tari tidak hanya berperan sebagai media komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya masyarakat Kuantan Singingi yang perlu dilestarikan.


Availability
#
Ilmu Komunikasi (Fakultas Ilmu Komunikasi) Komunikasi 401.43 Vik A
ETD6220II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Komunikasi 401.43 Vik A
Language
Indonesia
NPM
199110015
Publisher
Ilmu Komunikasi : Universitas Islam Riau., 2026
Keyword(s)
Komunikasi Budaya
makna simbolik
Semiotika
Pacu Jalur
Tukang Tari
Other Information
Petugas
Budi Santoso
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?