Text
ANALISIS MAKNA SIMBOLIK GERAKAN TUKANG TARI JALUR TUAH RAJO BINTANG NAGORI DALAM PERSPEKTIF NILAI KOMUNIKASI DI DESA PULAU LANCANG
Pacu Jalur merupakan tradisi budaya masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi yang tidak hanya berfungsi sebagai perlombaan perahu tradisional, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya yang sarat dengan simbol dan makna. Salah satu unsur penting dalam tradisi ini adalah tukang tari yang berada di haluan jalur dan menyampaikan pesan melalui gerakan nonverbal. Seiring perkembangan zaman, sebagian masyarakat, khususnya generasi muda, mulai memandang gerakan tersebut hanya sebagai hiburan tanpa memahami makna simboliknya. Kondisi ini berpotensi mengurangi pemahaman terhadap nilai budaya yang diwariskan dalam tradisi Pacu Jalur. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi simbolik gerakan tukang tari, mengungkap makna yang terkandung di dalamnya, serta menjelaskan hubungan antara penanda dan petanda dalam sistem komunikasi budaya Pacu Jalur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pawang jalur, pengurus jalur, serta tukang tari di Desa Pulau Lancang, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan tukang tari meliputi posisi awal di depan haluan jalur, gerakan duduk, berdiri, kibasan tangan kanan, dan kibasan tangan kiri yang berfungsi sebagai penanda dalam komunikasi nonverbal. Gerakan tersebut merepresentasikan makna keseimbangan jalur, kesiapan, semangat kolektif, koordinasi pendayung, dan kerja sama tim sebagai petanda. Keberadaan tukang tari juga mencerminkan fungsi sosial sebagai penghubung antara unsur teknis perlombaan dan nilai budaya. Hubungan antara penanda dan petanda terbentuk melalui kesepakatan budaya yang diwariskan secara turun-temurun sehingga tukang tari tidak hanya berperan sebagai media komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya masyarakat Kuantan Singingi yang perlu dilestarikan.
No other version available