Text
Hubungan Feed Instagram dengan Krisis Identitas Diri pada Kelompok Gen Z
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan feed Instagram dengan krisis identitas diri pada kelompok Generasi Z. Instagram merupakan salah satu media sosial yang banyak digunakan oleh Generasi Z sebagai sarana berbagi informasi, hiburan, komunikasi, serta pembentukan citra diri. Tingginya intensitas penggunaan Instagram, khususnya dalam melihat dan membandingkan tampilan feed, dapat memengaruhi proses pembentukan identitas diri pada remaja dan dewasa awal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah Generasi Z berusia 13–24 tahun yang aktif menggunakan Instagram dalam kehidupan sehari-hari. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan metode Purposive Sampling. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Lameshow dan diperoleh sebanyak 400 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner online melalui Google Form yang kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Instrumen penelitian terdiri dari 26 pernyataan, dengan 14 item untuk variabel feed Instagram dan 12 item untuk variabel krisis identitas diri. Uji validitas dilakukan menggunakan Product Moment Pearson dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Analisis data dilakukan melalui uji statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara feed Instagram dengan krisis identitas diri pada Generasi Z. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji korelasi Spearman Rank yang memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,491 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai tersebut menunjukkan hubungan berada pada kategori sedang. Dengan demikian, semakin tinggi keterlibatan individu terhadap feed Instagram, maka semakin tinggi pula kecenderungan mengalami krisis identitas diri.
No other version available