Text
Komunikasi Interpersonal Guru Bimbingan Konseling Dengan Siswa Dalam Membangun Self-Efficacy Di Smk Abdurrab Pekanbaru
Riset ini mengulas tentang komunikasi interpersonal guru bimbingan konseling bersama siswa dalam membangun self-efficacy di SMK Abdurrab Pekanbaru. Sasaran kajian ini ialah mengamati bagaimana komunikasi interpersonal guru bimbingan konseling terhadap siswa yang mengalami minimnya self-efficacy di SMK Abdurrab Pekanbaru. Pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif digunakan dalam kajian ini. Perolehan data direalisasikan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Temuan kajian ini memperlihatkan bahwa pola komunikasi yang diterapkan guru bimbingan konseling terhadap siswa ber-self- efficacy rendah dilaksanakan secara tatap muka. Komunikasi antara guru bimbingan konseling dengan siswa dilaksanakan dengan baik dan terbuka, sehingga yang awalnya siswa memiliki self-efficacy rendah tetapi dalam proses bimbingan konseling dapat memberikan perubahan self-efficacy tersebut meningkat. Langkah- langkah penanganan siswa ber-self-efficacy rendah ditempuh melalui pemberian pemahaman, dorongan motivasi, serta petunjuk arah guna membangun self-efficacy pada diri siswa. Dengan demikian guru bimbingan konseling berperan penting dalam membangun self-efficacy siswa positif pada siswa. Self- efficacy yang awalnya negatif menjadi positif terjadi melalui bentuk komunikasi interpersonal yang ada pada guru bimbingan konseling dengan menggunakan teori Joseph A Devito; Keterbukaan, Empati, Sikap Mendukung, Rasa Positif, Kesetaraan.
No other version available