Text
GAMBARAN RESILIENSI PADA REMAJA LAKI-LAKI YANG KEHILANGAN AYAH
Kehilangan orang tua, khususnya ayah, merupakan peristiwa yang dapat memberikan dampak emosional yang mendalam bagi remaja laki-laki. Terdapat perasaan sedih, kehilangan, serta perubahan dalam peran dan tanggung jawab dalam keluarga. Kondisi tersebut menuntut remaja untuk mampu beradaptasi dan menghadapi situasi sulit melalui kemampuan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada remaja laki-laki yang kehilangan ayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga remaja laki-laki yang telah kehilangan ayah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga informan memiliki kemampuan resiliensi yang berbeda-beda, yang ditunjukkan melalui beberapa aspek, yaitu regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis kausal, empati, self-efficacy, dan reaching out. Informan I menunjukkan aspek regulasi emosi, optimisme, dan self-efficacy. Informan II menunjukkan aspek pengendalian impuls, empati, dan regulasi emosi. Sementara itu, informan III menunjukkan aspek analisis kausal, optimisme, dan reaching out. Dengan demikian, remaja laki-laki yang kehilangan ayah tetap mampu mengembangkan resiliensi melalui berbagai aspek psikologis serta dukungan dari lingkungan sekitar.
No other version available