Text
Pengaruh variasi jumlah lubang nosel pada karburator terhadap unjuk kerja mesin sepeda motor
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah lubang nosel karburator PE 28 terhadap unjuk kerja mesin sepeda motor Yamaha Jupiter MX 135 cc berbahan bakar Pertalite serta menentukan jumlah lubang nosel yang menghasilkan performa paling optimal. Variasi jumlah lubang nosel yang digunakan meliputi 8, 12, 16, 20, dan 24 lubang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan pengujian menggunakan dynamometer (dynotest). Parameter yang dianalisis meliputi torsi, daya efektif, tekanan efektif rata-rata (BMEP/Pe), konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar spesifik (Specific Fuel Consumption/SFC), dan efisiensi termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jumlah lubang nosel berpengaruh terhadap unjuk kerja mesin. Peningkatan jumlah lubang nosel hingga 16 lubang mampu meningkatkan kualitas atomisasi bahan bakar dan menghasilkan pembakaran yang lebih optimal. Nosel 16 lubang memberikan performa terbaik dengan torsi maksimum sebesar 12,85 Nm, daya maksimum sebesar 10,20 HP, tekanan efektif rata-rata sebesar 803 kPa, konsumsi bahan bakar sebesar 0,92 L/jam, konsumsi bahan bakar spesifik terendah sebesar 0,067 kg/HP·jam, serta efisiensi termal tertinggi sebesar 12,4%. Penambahan jumlah lubang menjadi 20 dan 24 menyebabkan penurunan performa akibat campuran udara dan bahan bakar yang cenderung terlalu kaya. Dengan demikian, nosel 16 lubang merupakan konfigurasi yang paling optimal karena memberikan keseimbangan terbaik antara peningkatan performa mesin dan efisiensi penggunaan bahan bakar.
No other version available