Text
ANALISIS USAHA TEPUNG SAGU DI DESA BATANGMALAS KECAMATAN TEBING TINGGI BARAT KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI (Studi Kasus Usaha Tepung Sagu Bapak Chingwi)
Usaha tepung sagu membutuhkan biaya operasional dan modal yang besar sehingga diperlukan perhitungan yang bisa meminimalisir kerugian yang akan datang. Analisis usaha diperlukan untuk mengetahui apakah usaha yang dijalankan bapak Chingwi sudah dalam kategori menguntukan atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) karakteristik pemilik dan profil usaha kilang sagu chingwi, 2) biaya produksi yang digunakan untuk memproduksi tepung sagu selama bulan Juni 2024, 3) pendapatan, 4) nilai efisiensi usaha tepung sagu. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada usaha tepung sagu bapak Chingwi. Penelitian ini dilaksanakan dari Juni hingga Desember 2025. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik kilang sagu Chingwi. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan skunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden berada dalam kategori produktif yaitu 60 tahun. Lama pendidikan 12 tahun. Pengalaman 10 tahun dan jumlah tanggungan keluarga pengusaha 3 jiwa. Usaha tepung sagu bapak Chingwi di mulai pada tahun 2014 hingga saat ini. Modal usaha yang digunakan merupakan modal sendiri dengan modal investasi awal Rp 60.000.000 dan modal kerja Rp 140.000.000. Skala usaha tepung sagu Kilang Chingwi termasuk usaha kecil dengan penggunaan tenaga kerja sebanyak 10 orang. Biaya total yang dikeluarkan Kilang Sagu Chingwi untuk memproduksi tepung sagu sebanyak 75 ton/bln adalah Rp 245.957.162,70. Biaya ini meliputi biaya tetap sebesar Rp 3.357.162,70 dan biaya variabel sebesar Rp 242.600.000,00. Total pendapatan Kilang Sagu Chingwi ialah Rp 429.042.837,30/bln. Usaha tepung sagu memiliki nilai R/C 2,74. Usaha tepung sagu chingwi masih efisien
No other version available