Text
Implementasi Komunikasi Terapeutik Guru Privat Mandiri dalam Mengelola Kematangan Diri Pada Anak Autis
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah anak dengan Autisme Spectrum Disorder (ASD) di Indonesia yang memerlukan pendampingan komunikasi secara intensif dan personal. Anak autis menghadapi hambatan utama dalam komunikasi, interaksi sosial, dan regulasi emosi yang dapat menghambat perkembangan kematangan diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi komunikasi terapeutik guru privat mandiri dalam mengelola kematangan diri pada anak autis di Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah tiga guru privat mandiri yang dipilih melalui purposive sampling, masing-masing menangani satu anak autis dengan tingkat keparahan berbeda. Keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi metode dan dianalisis melalui model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi komunikasi terapeutik berlangsung melalui empat fase Stuart (2016). Pada fase pra-interaksi, guru privat melakukan persiapan kognitif dan emosional secara mandiri sebelum berinteraksi dengan anak. Pada fase orientasi, kepercayaan dibangun melalui konsistensi perilaku, penerimaan rutinitas unik anak, dan pemberian reward yang ditepati. Pada fase kerja, guru mengintegrasikan komunikasi verbal sederhana dengan komunikasi non-verbal berupa gestur, ekspresi wajah, dan imitasi gerak sebagai strategi utama pengajaran. Pada fase terminasi, ketiga anak menunjukkan perkembangan yang dapat diamati sesuai derajat autismenya masing-masing. Temuan signifikan lainnya adalah penanganan tantrum melalui validasi emosi dan penggunaan alat sensorik sebagai bentuk regulasi emosi yang menjadi komponen utama kematangan diri anak autis. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik yang dilakukan secara konsisten dan empatik oleh guru privat mandiri terbukti mampu mengelola hambatan anak autis dan mendorong terbentuknya kematangan diri secara bertahap. Kesinambungan hubungan jangka panjang dan pendekatan yang personal menjadi faktor pembeda utama yang menjadikan guru privat mandiri efektif dalam mengelola kematangan diri anak autis.
No other version available