Text
AKTIVITAS DIGITAL PUBLIC RELATIONS PADA SMAN 1 KAMPAR KIRI HILIR KABUPATEN KAMPAR
Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh aktivitas Digital Public
Relations di SMAN 1 Kampar Kiri Hilir yang telah memanfaatkan media sosial,
namun pengelolaannya masih belum terencana dan strategis, komunikasi dua arah
dengan publik belum optimal, serta evaluasi aktivitas digital belum dilakukan
secara berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas Digital
Public Relations yang dilakukan oleh SMAN 1 Kampar Kiri Hilir Kabupaten
Kampar. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar,
Provinsi Riau. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling
dengan informan terdiri dari kepala sekolah, guru humas, admin media sosial,
siswa, alumni, dan orang tua siswa. Metode pengumpulan data dilaksanakan
melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi terhadap aktivitas
media sosial sekolah pada platform Facebook, Instagram, dan TikTok. Analisis data
mengadopsi model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa
pelaksanaan Digital Public Relations sekolah direalisasikan melalui pemanfaatan
platform media sosial sebagai kanal komunikasi digital untuk diseminasi informasi
sekolah, dokumentasi aktivitas, publikasi capaian peserta didik, serta pembentukan
citra positif sekolah. Instagram menjadi platform yang paling aktif digunakan dalam
publikasi informasi sekolah, sedangkan TikTok menjadi platform dengan tingkat
engagement tertinggi karena mampu menarik perhatian audiens melalui konten
yang kreatif dan mengikuti tren media sosial. Namun demikian, aktivitas Digital
Public Relations sekolah masih belum berjalan secara optimal karena komunikasi
digital masih dominan bersifat satu arah, belum adanya Standar Operasional
Prosedur (SOP), keterbatasan sumber daya manusia dan kemampuan digital
pengelola media sosial, serta belum digunakannya monitoring dan evaluasi berbasis
data digital dalam pengelolaan media sosial sekolah.
No other version available