Text
Pemaknaan self healing pada mahasiswa dikota Pekanbaru
Fenomena self healing semakin banyak dilakukan oleh mahasiswa sebagai upaya menghadapi berbagai tekanan psikologis selama menjalani kehidupan perkuliahan. Beragam tuntutan akademik, hubungan interpersonal, ekspektasi terhadap diri sendiri, serta kelelahan emosional mendorong mahasiswa melakukan berbagai bentuk pemulihan diri yang dimaknai secara berbeda sesuai dengan pengalaman hidup masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan self healing pada mahasiswa di Kota Pekanbaru berdasarkan pengalaman subjektif mereka. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Informan penelitian berjumlah dua orang mahasiswa aktif di Kota Pekanbaru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan melakukan self healing muncul sebagai respons terhadap akumulasi tekanan yang bersumber dari tuntutan akademik, hubungan interpersonal, tekanan internal seperti overthinking dan ekspektasi diri, serta kelelahan emosional. Informan memaknai self healing sebagai proses memberikan ruang dan jeda bagi diri untuk menenangkan pikiran, memulihkan kondisi emosional, memahami diri, serta menjaga kesehatan mental sehingga tidak lagi dipandang sekadar sebagai tren, melainkan sebagai kebutuhan psikologis. Aktivitas self healing yang dilakukan meliputi aktivitas fisik sederhana seperti berjalan-jalan dan mengunjungi tempat yang tenang, refleksi diri, serta aktivitas spiritual melalui doa, salat, dan dzikir. Aktivitas tersebut memberikan manfaat berupa ketenangan batin, berkurangnya beban pikiran, meningkatnya kesadaran diri, serta tumbuhnya kembali motivasi dan kesiapan untuk menghadapi berbagai tuntutan kehidupan. Kata Kunci: Fenomenologi, Kesehatan Mental, Mahasiswa, Pemaknaan, Self Healing.
No other version available