Text
HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA AKHIR FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara resiliensi dengan Quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau. Quarter life crisis merupakan kondisi psikologis yang umumnya dialami individu pada fase dewasa awal, yang ditandai dengan munculnya perasaan cemas, kebingungan, tekanan emosional, serta ketidakpastian dalam menghadapi masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 499 mahasiswa tingkat akhir angkatan 2019–2022, dengan sampel sebanyak 222 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi skala Quarter life crisis berdasarkan teori Robbins dan Wilner (2001) serta Brief Resilience Scale (BRS) yang dikembangkan oleh Smith et al. (2008). Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 22 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara resiliensi dengan Quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau, yang ditunjukkan melalui nilai koefisien korelasi sebesar -0,573 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat resiliensi yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah tingkat Quarter life crisis yang dialami. Sebaliknya, rendahnya resiliensi cenderung berkaitan dengan tingginya Quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir.
No other version available