Text
OPTIMASI PRODUKSI PEMASANGAN ESP BERDASARKAN VARIASI KEDALAMAN PERFORASI MENGGUNAKAN SIMULATOR PIPESIM PADA SUMUR X LAPANGAN Y
Penurunan tekanan reservoir pada Sumur X di Lapangan Y menyebabkan laju produksi menurun secara signifikan, sehingga sumur tidak mampu lagi mengalir secara alami (natural flow) dan memerlukan optimasi pengangkatan buatan menggunakan Electric Submersible Pump (ESP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju alir optimum terhadap perubahan variasi kedalaman perforasi menggunakan simulator produksi, serta mengevaluasi pengaruh skenario variasi tersebut terhadap kinerja ESP. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif berbasis studi kasus melalui pendekatan Nodal Analysis menggunakan perangkat lunak PIPESIM 2022.1. Simulasi dilakukan dengan membangun model baseline (kondisi aktual) yang kemudian dibandingkan dengan empat skenario modifikasi kedalaman dan interval perforasi. Hasil validasi model baseline menunjukkan tingkat kesesuaian yang sangat baik terhadap data aktual, dengan error tertinggi hanya sebesar 0,5% pada parameter TDH. Berdasarkan perbandingan hasil simulasi keempat skenario, Skenario 4 (Depth Mid Perforasi 3.856,4 ft dengan interval perforasi 44,5 ft) memberikan performa teknis yang paling optimal. Skenario ini mampu meningkatkan laju alir cairan menjadi 6.673,741 STB/hari dan laju produksi minyak menjadi 387,077 STB/hari, atau meningkat sekitar 100,19% dari kondisi baseline. Skenario 4 menghasilkan nilai Pump Intake Pressure (PIP) tertinggi yaitu 1.215,588 psia dengan efisiensi pompa sebesar 66,1%. Kondisi tekanan intake tersebut dipastikan aman dari fenomena gas locking karena berada jauh di atas bubble point pressure (716 psia).
No other version available