Text
STUDI LABORATORIUM PERBANDINGAN KONSENTRASI LIMBAH MINYAK GORENG DAN MINYAK DIESEL SEBAGAI BAHAN DASAR LUMPUR OIL BASE MUD
Lumpur pemboran berbasis minyak (Oil Based Mud / OBM) banyak digunakan pada operasi pemboran karena memiliki stabilitas termal yang baik, kemampuan pelumasan tinggi, serta efektif pada formasi reaktif. Namun, penggunaan minyak solar sebagai base oil memiliki dampak negatif terhadap lingkungan karena bersifat toksik. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya waste cooking oil (WCO) atau minyak jelantah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbandingan konsentrasi minyak terhadap sifat reologi lumpur OBM serta mengevaluasi efektivitas minyak jelantah dibandingkan minyak solar sebagai bahan dasar lumpur pemboran. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau dengan variasi volume minyak sebesar 215 mL, 245 mL, dan 275 mL. Parameter yang diuji meliputi densitas, plastic viscosity (PV), yield point (YP), gel strength, filtration loss, dan mud cake. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi minyak menyebabkan densitas lumpur cenderung menurun pada kedua jenis base oil. Lumpur berbasis minyak jelantah menghasilkan nilai PV, YP, dan gel strength yang lebih tinggi dibandingkan minyak solar, sehingga memiliki kemampuan suspensi dan pengangkatan cutting yang lebih baik. Selain itu, minyak jelantah menghasilkan filtration loss yang lebih rendah, dengan nilai optimum 1,2 mL pada konsentrasi 245 mL. Meskipun menghasilkan mud cake yang lebih tebal, seluruh nilai masih berada di bawah batas maksimum standar API. Secara keseluruhan, minyak jelantah menunjukkan performa reologi dan pengendalian filtrasi yang lebih baik dibandingkan minyak solar, sehingga berpotensi menjadi alternatif base oil OBM yang lebih ramah lingkungan.
No other version available