Text
Hubungan Antara Optimisme Dengan Resiliensi Akademik Pada Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP-K
Resiliensi akademik merupakan untuk tetap bertahan dan berpikir positif dalam menghadapi kesulitan akademik. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah optimisme. Pada mahasiswa penerima beasiswa KIP-K, resiliensi akademik diperlukan agar mampu menghadapi tuntutan dan mempertahankan beasiswa hingga lulus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan resiliensi akademik pada mahasiswa penerima beasiswa KIP- K. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 249 mahasiswa penerima beasiswa KIP-K. Penelitian ini menggunakan skala optimisme explanatory style yang dikembangkan oleh oleh Asshidiqqie et al. (2025) berdasarkan teori dari Seligman (2008) dengan reliabilitas sebesar 0,872, serta skala resiliensi akademik yang disusun oleh Hardiansyah et al. (2020) dengan nilai reliabilitas sebesar 0,784. Teknik analisis dilakukan dengan korelasi product moment dan di peroleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,330. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara optimisme dengan resiliensi akademik pada mahasiswa penerima beasiswa KIP-K. Mahasiswa penerima beasiswa KIP-K yang memiliki tujuan yang jelas serta keyakinan yang kuat akan kemampuan dirinya, tangguh dalam menghadapi segala tuntutan dan kesulitan yang ada sehingga mampu mencapai kesuksesan akademik.
No other version available