Text
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN MARITAL ATTITUDE PADA DEWASA AWAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan marital attitude pada dewasa awal. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan dewasa awal yang berpotensi memengaruhi cara pandang individu terhadap pernikahan melalui berbagai konten mengenai hubungan romantis, konflik rumah tangga, perceraian, hingga fenomena Marriage Is Scary. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 210 orang dewasa awal berusia 18–40 tahun yang belum menikah dan aktif menggunakan media sosial. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan metode simple random sampling. Instrumen penelitian terdiri atas Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial yang diadaptasi dari Sari (2021) dan Skala Marital Attitude yang diadaptasi oleh Icha Herawati berdasarkan Braaten dan Rosén (1998). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,800 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan marital attitude pada dewasa awal. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima, yaitu semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, maka semakin positif marital attitude yang dimiliki oleh dewasa awal. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi, khususnya psikologi perkembangan dan psikologi sosial, serta menjadi bahan pertimbangan dalam memahami pembentukan sikap terhadap pernikahan pada generasi muda di era digital.
No other version available