ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PELAKSANAAN LARANGAN PERKAWINAN SESUKU DALAM ADAT MELAYU GODANG DI KECAMATAN UJUNGBATU KABUPATEN ROKAN HULU
Bookmark Share

Text

PELAKSANAAN LARANGAN PERKAWINAN SESUKU DALAM ADAT MELAYU GODANG DI KECAMATAN UJUNGBATU KABUPATEN ROKAN HULU

MELANI DWI ALWASIH - Personal Name; Desi Apriani - Personal Name;

Perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang bertujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam masyarakat Adat Melayu Godang di Kecamatan Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu, pelaksanaan perkawinan tidak hanya diatur oleh hukum agama dan hukum negara, tetapi juga oleh hukum adat. Salah satu ketentuan adat yang masih dipertahankan adalah larangan perkawinan sesuku sebagai upaya menjaga hubungan kekerabatan, identitas suku, Selanjutnya keharmonisan kehidupan masyarakat. Rumusan masalah dalam Penulisan ini adalah bagaimana pelaksanaan larangan perkawinan sesuku dalam Adat Melayu Godang di Kecamatan Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu Selanjutnya bagaimana bentuk dan tujuan sanksi adat yang diberikan kepada pasangan yang melakukan perkawinan sesuku. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan larangan tersebut Selanjutnya menganalisis bentuk dan tujuan sanksi adat yang diterapkan. Penulisan ini menggunakan metode Penulisan hukum empiris dengan sifat deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat, pemuka agama, ninik mamak, dan pasangan yang melakukan perkawinan sesuku, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan. Data dianalisis secara kualitatif dan penarikan kesimpulan dilakukan secara deduktif. Hasil Penulisan menunjukkan bahwa larangan perkawinan sesuku masih dipertahankan sebagai norma hukum adat yang dijalankan melalui peran ninik mamak, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan keluarga. Perkawinan sesuku tetap sah menurut hukum agama dan hukum negara, namun pasangan yang melaksanakannya dikenai sanksi adat berupa pemberian kain sarung kepada ninik mamak. Sanksi tersebut bertujuan memulihkan keseimbangan adat, menjaga kewibawaan lembaga adat, Selanjutnya melestarikan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat Adat Melayu Godang. Kata Kunci: Perkawinan Sesuku, Hukum Adat, Adat Melayu Godang, Sanksi Adat, Ujungbatu.


Availability
#
Ilmu Hukum (FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS ISLAM RIAU) Hukum 340.5 Mel p
ETD6337II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Hukum 340.5 Mel p
Language
Indonesia
NPM
221010583
Publisher
Ilmu Hukum : Universitas Islam Riau., 2026
Keyword(s)
Hukum Adat
perkawinan sesuku
Adat Melayu Godang
Sanksi Adat, Ujungbatu
Other Information
Petugas
Ayu Agustina
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?