Text
RESILIENSI ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK ADHD
RESILIENSI ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK ADHD Kurnia Putri Farepi 228110141 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU ABSTRAK Memiliki anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) menghadirkan berbagai tantangan emosional, psikologis, dan sosial bagi orang tua sehingga diperlukan kemampuan resiliensi agar tetap mampu menjalankan pengasuhan secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pengalaman subjektif resiliensi pada orang tua yang memiliki anak dengan ADHD dalam menjalankan pengasuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan penelitian terdiri atas dua orang tua, yaitu seorang ayah dan seorang ibu yang memiliki anak dengan diagnosis ADHD di SLBN Kuantan Singingi, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi naratif selama proses wawancara. Analisis data menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis menurut Smith, Flowers, dan Larkin yang meliputi transkripsi verbatim, initial noting, pengembangan tema emergen, penyusunan tema superordinat, dan analisis lintas kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi orang tua berkembang sebagai proses adaptasi yang dinamis melalui enam tema superordinat, yaitu menghadapi realitas memiliki anak dengan ADHD, dinamika emosional dalam pengasuhan, beradaptasi dengan tantangan pengasuhan, transformasi diri melalui pengasuhan, menemukan makna dan harapan, serta dukungan sosial sebagai penguat resiliensi. Kedua partisipan menunjukkan pola pengalaman yang serupa, namun memiliki cara yang berbeda dalam memaknai pengalaman dan membangun resiliensi. Resiliensi berkembang melalui penerimaan terhadap kondisi anak, kemampuan mengelola emosi, penyesuaian pola pengasuhan, pemaknaan positif terhadap pengalaman, serta pemanfaatan dukungan keluarga, tenaga profesional, dan lingkungan sosial. Penelitian ini merekomendasikan agar orang tua memperkuat dukungan sosial dan meningkatkan pemahaman mengenai ADHD, sementara sekolah dan tenaga profesional diharapkan menyediakan pendampingan serta edukasi yang berkelanjutan guna mendukung resiliensi orang tua.
No other version available