Text
pengaruh Variasi gas Pelindung terhadap sifat mekanik lasan pada proses gas metal arc welding GMAW alumunium 6061
Alumunium 6061 merupakan paduan alumunium seri 6000 yang mengandung Magnesium (Mg) dan Silikon (Si) sebagai elemen paduan utama, dan banyak digunakan pada komponen mesin, pesawat terbang, serta kontruksi kapal karena ketahanan korosinya yang baik. Proses pengelasan menggunakan metode gas metal ARC welding (GMAW) pada material ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah jenis gas pelindung yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gas pelindung argon terhadap sifat mekanik dan struktur mikro sambungan las alumunium 6061. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan tiga konsentrasi gas pelindung argon, yaitu Ar 10%, Ar 15%, dan Ar 20%, menggunakan elektroda ER5356 dengan arus pengelasan 90A dan ketebalan material 8mm. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kekerasan metode Rockwell (HRB), uji bending sesuai standar ASTM E8, dan pengamatan metalografi untuk menganalisi struktur mikro pada daerah weld metal (WM), hear affected zone (HAZ), dan base metal (BM). Hasil pengujian kekerasan menunjukkan peningkatan nilai seiring bertambahnya konsentrasi argon, yaitu Ar 10% pada 48,5 HRB, Ar 15% pada 58,72 HRB, dan Ar 20% pada 59, 54 HRB. Pada uji bending, gas pelindung Ar 20% menghasilkan kekutan lentur tertinggi sebesar 388,7 MPa, dibandingkan dengan Ar 15% sebesar 323,3 Mpa dan Ar 10% sebesar 298,7 MPa. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa Ar 20% menghasilkan struktur yang lebih homogen dengan dendritik yang lebih terkontrol, meskipun masih terdapat sedikit porositas. Disimpulkan bahwa penggunaan gas pelindung Ar 20% memberikan kualitas sambungan las terbaik pada pengelasan GMAW alumunium 6061.
No other version available