Text
Regulasi Emosi Pelaku Jual Beli Mobil Bekas Dalam Menghadapi Konsumen Over-Expecting Di Kota Pekanbaru
Konsumen over-expecting adalah pelanggan yang memiliki ekspektasi dan tuntutan tinggi terhadap produk atau layanan dari pelaku jual beli. Kondisi tersebut kerap menimbulkan tekanan emosional karena pelaku jual beli harus tetap memberikan pelayanan yang baik meskipun harapan konsumen tidak selalu realistis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pelaku jual beli mengatur emosi saat berhadapan dengan konsumen over-expecting. Teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah purposive sampling. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri dari tiga pelaku jual beli mobil bekas di Kota Pekanbaru yang memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun dalam bidang jual beli mobil bekas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi pelaku jual beli ketika menghadapi konsumen over-expecting tampak melalui kemampuan memonitor, mengevaluasi, dan memodifikasi emosi. Ketiga informan mampu mengenali kemunculan emosi negatif, memahami situasi secara lebih rasional, dan mengelola emosi sambil tetap mempertahankan sikap profesional. Selain itu, pengalaman kerja berkontribusi terhadap kematangan regulasi emosi; informan yang lebih berpengalaman menunjukkan beragam strategi pengelolaan emosi yang lebih banyak. Perbedaan kemampuan regulasi emosi tiap informan dipengaruhi oleh karakter pribadi dan pengalaman kerja, sehingga pelaku jual beli yang lebih lama berkecimpung menunjukkan kemampuan regulasi emosi yang lebih matang dan variasi strategi yang lebih luas. Dengan demikian, regulasi emosi merupakan keterampilan penting bagi pelaku jual beli untuk menjaga kualitas pelayanan, memelihara hubungan baik dengan konsumen, dan menghadapi tuntutan konsumen secara profesional.
No other version available