Text
Strategi Regulasi Emosi Pembimbing Kemasyarakatan di Balai Pemasyarakatan Kelas I Pekanbaru : Studi Penelitian Kualitatif
Regulasi emosi merupakan proses penting dalam mengelola respon emosional untuk menjaga kestabilan psikologis dan kinerja profesional. Pembimbing Kemasyarakatan (PK) di BAPAS menghadapi situasi kerja yang menuntut regulasi emosi tinggi karena berinteraksi dengan klien pemasyarakatan yang mengalami tekanan psikologis kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi regulasi emosi yang digunakan PK di BAPAS Kelas I Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melibatkan 3 informan PK melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur dan observasi. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan PK menerapkan empat strategi regulasi emosi: (1) Strategies (pengendalian emosi melalui jeda waktu dan aktivitas relaksasi), (2) Goals (mempertahankan fokus pada tujuan profesional), (3) Impulse (mengendalikan respons verbal dan nonverbal sesuai norma etika), dan (4) Acceptance (menerima emosi negatif sebagai bagian dari dinamika kerja). Namun, efektivitas regulasi lebih optimal pada fase pencegahan eskalasi daripada situasi emosional puncak. Penelitian menegaskan pentingnya regulasi emosi untuk meningkatkan fungsi profesional PK dan kualitas layanan pembimbingan. Rekomendasi meliputi: (1) PK menerapkan strategi regulasi secara terencana sejak fase awal sebelum emosi berkembang menjadi respons sulit dikendalikan, (2) mengembangkan kemampuan menenangkan klien dengan teknik de-escalation, (3) melakukan latihan pernapasan dalam (deep breathing) secara rutin, (4) identifikasi pemicu emosi berdasarkan riwayat klien, dan (5) apresiasi keberhasilan dan evaluasi efektivitas strategi regulasi yang diterapkan.
No other version available