Text
Evaluasi Keekonomian Penanganan Oil Loss Pada Sumur Produksi High Pour Point Oil (HPPO) Akibat Congeal Melalui Penerapan Chemical Pour Point Depressant (PPD) Dan Flowline Heater Pada Sumur TS-10 Dilapangan TSC
Produksi High Pour Point Oil (HPPO) sering mengalami kendala congeal akibat penurunan temperatur fluida di bawah nilai pour point, sehingga menghambat aliran minyak dan menyebabkan penurunan produksi. Pada Sumur TS-10 Lapangan TSC, permasalahan tersebut diatasi dengan menerapkan Chemical Pour Point Depressant (PPD) dan flowline heater. Namun, penerapan metode tersebut memerlukan biaya investasi dan biaya operasional sehingga perlu dilakukan analisis keekonomian.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi biaya operasional menggunakan indikator Unit Operating Cost (UOC), Operating Cost Ratio (OCR), dan Operating Margin (OM), serta menilai kelayakan investasi menggunakan skema PSC Cost Recovery melalui indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Pay Out Time (POT). Selain itu, dilakukan analisis sensitivitas terhadap perubahan produksi, harga minyak, biaya investasi, dan biaya operasional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Chemical PPD dan flowline heater mampu meningkatkan produksi minyak dan memperbaiki kinerja ekonomi operasi. Nilai UOC sebesar 19 US$/BBL, OCR sebesar 28%, dan OM sebesar 74% menunjukkan biaya operasional yang efisien. Hasil analisis PSC Cost Recovery menghasilkan NPV sebesar US$1.020.372, IRR sebesar 51%, dan POT selama 0,55 tahun. Nilai NPV yang positif, IRR yang lebih besar dari MARR 15%, serta POT yang lebih singkat dari umur proyek menunjukkan bahwa penerapan Chemical PPD dan flowline heater pada Sumur TS-10 layak diterapkan secara ekonomi. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa produksi dan harga minyak merupakan parameter yang paling berpengaruh terhadap kelayakan ekonomi proyek.
No other version available