Text
HUBUNGAN BELAS KASIH DIRI DENGAN RESILIENSI AKADEMIK PADA MAHASISWA DI PEKANBARU
Mahasiswa menghadapi berbagai tuntutan akademik yang dapat menimbulkan stres. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa memiliki resiliensi akademik agar mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit ketika menghadapi berbagai kesulitan selama proses perkuliahan. Salah satu faktor psikologis yang diduga berhubungan dengan resiliensi akademik adalah belas kasih diri (self-compassion), yaitu kemampuan individu untuk memperlakukan diri sendiri dengan sikap penuh kebaikan, penerimaan, dan tanpa menghakimi ketika menghadapi kegagalan maupun kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara belas kasih diri dengan resiliensi akademik pada mahasiswa di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 399 mahasiswa yang diperoleh menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Self-Compassion Scale (SCS) yang dikembangkan oleh Neff (2023) dan Academic Resilience Scale (ARS-30) yang dikembangkan oleh Cassidy (2016). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara belas kasih diri dengan resiliensi akademik (r = 0,492; p = 0,000). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat belas kasih diri yang dimiliki mahasiswa, maka semakin tinggi pula tingkat resiliensi akademiknya. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian psikologi pendidikan, khususnya mengenai pentingnya belas kasih diri sebagai salah satu faktor yang mendukung kemampuan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan akademik.
No other version available