Text
HUBUNGAN ANTARA KEBERFUNGSIAN KELUARGA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA MAN X PEKANBARU
Kepercayaan diri rendah pada remaja terlihat dari perilaku pasif selama pembelajaran, enggan menyampaikan pendapat, dan menghindari tampil di depan umum. Hal ini dapat menghambat potensi akademik serta menimbulkan kecemasan, penilaian negatif terhadap diri sendiri, dan keraguan dalam menghadapi tekanan. Rasa percaya diri yang realistis terhadap kemampuan diri sangat diperlukan agar remaja tidak merasa rendah diri (Azpiazu et al., 2025). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keberfungsian keluarga dengan kepercayaan diri pada remaja MAN X Pekanbaru. Metode yang digunakan penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan teknik sampel purposive sampling untuk menentukan kriteria sampel. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 182 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan skala yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Variabel keberfungsian keluarga diukur menggunakan skala yang disusun oleh Herawati (2013) berdasarkan dimensi dari Ryan, Epstein, dan Bishop. Sementara itu, kepercayaan diri diukur menggunakan skala yang dikembangkan oleh Meina (2020) berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Lauster (dalam Ghufron & Risnawita, 2016). Teknik analisis data menggunakan uji Pearson Product Moment dengan bantuan program, SPSS versi 23 untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara keberfungsian keluarga dengan kepercayaan diri pada remaja MAN X Pekanbaru, dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,654 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya, peningkatan keberfungsian keluarga terkait dengan kenaikan rasa percaya diri remaja. Sebaliknya, penurunan keberfungsian keluarga berhubungan dengan penurunan rasa percaya diri pada remaja.
No other version available