Text
"HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DEMOKRATIS DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA REMAJA GENERASI Z"
Remaja Generasi Z menghadapi berbagai tantangan dalam proses belajar akibat pesatnya perkembangan teknologi digital yang memudahkan akses informasi, namun juga meningkatkan distraksi serta kebiasaan menunda tugas. Kondisi tersebut menuntut remaja memiliki kemandirian belajar agar mampu mengatur proses belajar, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap tugas akademiknya. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kemandirian belajar adalah pola asuh demokratis yang diterapkan oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis dengan kemandirian belajar pada remaja Generasi Z di Kota Pekanbaru. Jumlah sampel penelitian sebanyak 385 remaja Generasi Z berusia 14–24 tahun. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik incidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala pola asuh demokratis yang berjumlah 40 aitem dan skala kemandirian belajar yang berjumlah 44 aitem. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Rho, diperoleh nilai koefisien korelasi r = 0,519 dengan nilai p = 0,000, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara pola asuh demokratis dengan kemandirian belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi pola asuh demokratis yang diterapkan oleh orang tua, maka semakin tinggi pula kemandirian belajar pada remaja Generasi Z di Kota Pekanbaru.
No other version available