Text
Hubungan Attachment to God dengan Resiliensi Pada Wanita yang Berhijrah
Wanita yang sedang berhijrah menghadapi berbagai tantangan psikologis. Kondisi tersebut menuntut individu untuk memiliki resiliensi agar mampu bertahan dan beradaptasi dalam menjalani proses hijrah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Attachment to God dan resiliensi pada wanita yang berhijrah. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 121 orang wanita yang sedang berhijrah yang diperoleh dengan menggunakan teknik snowball sampling. Attachment to God diukur menggunakan Muslim Spritual Attachment Scale (M-SAS) dan resiliensi diukur dengan menggunakan Brief Resilience Scale (BRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat dimensi attachment to God yang diteliti, hanya terdapat satu dimensi yang memiliki hubungan yang signifigkan dengan resiliensi dengan nilai positif yaitu positive model of God dengan nilai r = 0,243 dan sig. = 0,007 (p < 0,05). Adapun tiga dimensi lainnya yaitu proximity seeking (r = 0,161; sig. = 0,077), positive model of self (r = 0,176; sig. = 0,054), dan separation protest (r = 0,080; sig. = 0,385) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan resiliensi pada wanita yang berhijrah. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan wanita yang berhijrah untuk bangkit dalam menghadapi tekanan hanya berkaitan dengan bagaimana individu memandang Allah SWT sebagai sosok yang penuh kasih sayang, dapat dipercaya, responsif terhadap doa, dan menjadi sumber pertolongan dibandingkan dengan keyakinan individu bahwa dirinya berharga, diterima, dan dicintai oleh Allah SWT, keinginan untuk selalu dekat kepada Allah SWT, maupun respons emosional ketika merasa jauh dari-Nya.
No other version available