Text
Hubungan Antara Tingkat Empati dengan Perilaku Prososial pada Pekerja di Polresta Pekanbaru
Pekerja kepolisian dituntut tidak hanya menjalankan fungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam menjalankan tugas tersebut, perilaku prososial menjadi salah satu aspek penting yang mendukung terciptanya pelayanan yang profesional dan humanis. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan perilaku prososial adalah empati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empati dengan perilaku prososial pada pekerja di Polresta Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pekerja di Polresta Pekanbaru yang terdiri atas anggota Polri dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Subjek penelitian berjumlah 236 pekerja yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala empati yang diadaptasi dari Interpersonal Reactivity Index (IRI) Davis (1983) dan skala perilaku prososial yang diadaptasi dari Anisa. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 24. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara empati dengan perilaku prososial pada pekerja di Polresta Pekanbaru. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat empati yang dimiliki pekerja, maka semakin tinggi pula perilaku prososial yang ditunjukkan. Empati berperan dalam mendorong individu untuk memahami kondisi orang lain, sehingga meningkatkan kecenderungan membantu, bekerja sama, berbagi, dan menunjukkan kepedulian dalam pelaksanaan tugas. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar institusi kepolisian mengembangkan program yang dapat meningkatkan empati sebagai upaya memperkuat perilaku prososial dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
No other version available