Text
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA PADA KALANGAN REMAJA DI KABUPATEN BENGKALIS
Penyalahgunaan narkotika pada kalangan remaja di Kabupaten Bengkalis merupakan permasalahan serius yang dipengaruhi oleh letak geografis wilayah yang strategis di jalur Selat Malaka. Kondisi ini menuntut penanganan yang tidak hanya bersifat sektoral, tetapi melalui pendekatan collaborative governance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan collaborative governance dalam upaya preventif penanganan penyalahgunaan narkotika pada remaja serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan anak, komunitas sosial, dan masyarakat. Analisis data mengacu pada model Ansell dan Gash yang meliputi kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance telah berjalan dan memberikan dampak positif, terutama dalam peningkatan koordinasi, komunikasi, dan kepercayaan antaraktor. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena masih terdapat kendala pada aspek kelembagaan, keterbatasan sumber daya, variasi komitmen stakeholder, serta rendahnya partisipasi dan kepercayaan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya, konsistensi kepemimpinan fasilitatif, serta perluasan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas upaya preventif secara berkelanjutan.
No other version available