Text
Pengalaman Strategi Koping Stress Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman subjektif dan strategi koping stres pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) terhadap tiga orang ibu yang berperan sebagai primary caregiver bagi anak dengan kondisi tunarungu, Autism Spectrum Disorder (ASD), dan cerebral palsy. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman subjektif pengasuhan diawali dengan munculnya reaksi emosional berupa penolakan, kesedihan, rasa bersalah, kebingungan, dan kekhawatiran terhadap masa depan anak, kemudian berkembang menjadi proses penerimaan, adaptasi, dan pemaknaan positif terhadap kondisi anak. Persamaan pengalaman ketiga partisipan terlihat pada tingginya tekanan pengasuhan, kebutuhan akan dukungan sosial, serta pemanfaatan strategi problem-focused coping dan emotion-focused coping yang diperkuat oleh spiritualitas sebagai sumber kekuatan utama. Perbedaannya terletak pada bentuk tantangan yang dihadapi sesuai karakteristik kebutuhan khusus anak, cara memaknai pengalaman pengasuhan, pola pencarian bantuan, serta strategi adaptasi yang dipengaruhi oleh kondisi keluarga, pengalaman pengasuhan, dan sumber daya yang dimiliki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi koping orang tua ABK merupakan proses yang dinamis dan berkembang melalui pengalaman subjektif, dukungan sosial, spiritualitas, serta proses penerimaan sehingga mampu membangun resiliensi dan mempertahankan kualitas pengasuhan meskipun menghadapi berbagai tantangan
No other version available