Text
Pengaruh Substitusi Sebagian Bitumen Dengan Bio-Oil Ampas Tebu terhadap Karakteristik Marshall Campuran Aspal AC-WC
Tingginya kebutuhan infrastruktur jalan di Indonesia memicu ketergantungan pada impor aspal. Sebagai solusi alternatif, ampas tebu dapat dikonversi melalui pirolisis menjadi bio-oil yang berpotensi sebagai material pengikat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi sebagian bitumen dengan bio-oil ampas tebu pada aspal Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) terhadap karakteristik Marshall. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen murni di laboratorium menggunakan agregat yang berasal dari Pangkalan, Sumatera Barat. Pengujian dilakukan pada kadar aspal sebesar 6,18% dengan variasi substitusi bio-oil ampas tebu sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Prosedur pengujian mengacu pada standar SNI serta Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Pengujian kinerja campuran dilakukan melalui metode marshall guna memperoleh parameter mekanis dan volumetrik yang meliputi stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFA). Substitusi bio-oil memberikan pengaruh parabolik pada karakteristik campuran AC-WC. Stabilitas maksimal sebesar 1.155,61 kg dengan flow 2,95 mm dicapai pada kadar 10% (naik dari 1.045,99 kg pada 0%). Substitusi di atas 10% memicu pelumasan berlebih yang menurunkan stabilitas menjadi 1.011,08 kg dan meningkatkan VIM ke 5,19% pada kadar 20%. Dapat disimpulkan, rentang 5%-10% adalah kadar substitusi paling optimal untuk menghasilkan kekuatan menahan beban tertinggi.
No other version available