Text
Pengaruh Penerapan Variasi Metode Curing Terhadap Kuat Tekan Beton Normal
Perawatan beton curing merupakan tahapan penting untuk menjaga proses hidrasi agar mutu beton sesuai rencana. Namun pada kondisi lapangan di Riau sering terjadi keterbatasan air bersih dan cuaca ekstrem, sehingga metode perendaman air konvensional sulit diterapkan. Oleh karena itu diperlukan metode perawatan alternatif yang lebih efisien dan hemat air namun tetap mampu menjaga mutu beton sesuai standar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode perawatan alternatif menggunakan karung goni basah dan plastic wrapping terhadap kuat tekan beton normal mutu f'c 30 MPa dibandingkan metode perendaman air. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Struktur, Material dan Komputer Universitas Islam Riau. Benda uji berupa silinder beton diameter 15 cm tinggi 30 cm sebanyak 9 sampel sesuai SNI 1974:2011. Variasi perawatan terdiri dari perendaman air, pembungkusan karung goni basah yang disiram setiap hari, dan plastic wrapping selama 28 hari sesuai SNI 7656:2012. Pengujian meliputi pemeriksaan material agregat, uji slump, dan uji kuat tekan umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan nilai slump rata-rata beton 9,5 cm telah memenuhi rencana. Kuat tekan beton umur 28 hari pada perendaman air sebesar 39,35 MPa, karung goni basah 35,44 MPa, dan plastic wrapping 35,16 MPa. Disimpulkan bahwa metode perawatan karung goni basah dan plastic wrapping efektif mempertahankan proses hidrasi dan menghasilkan kuat tekan relatif sama dengan perendaman air. Metode ini dapat mengurangi frekuensi penyiraman harian sehingga cocok diterapkan pada wilayah dengan keterbatasan air bersih dan cuaca ekstrem.
No other version available