Text
Diplomasi Iklim Jerman dan Vietnam: Upaya Transisi Vietnam Menuju Energi Terbarukan
Penelitian ini menganalisis implementasi diplomasi iklim antara Jerman dan Vietnam dalam mendukung transisi energi terbarukan di Vietnam. Masalah utama dalam penelitian ini berfokus pada bagaimana bentuk nyata diplomasi iklim kedua negara, khususnya dalam mengatasi hambatan teknis dan kebijakan di sektor energi bersih Vietnam. Penulis menggunakan kerangka pemikiran Liberalisme untuk membedah interdependensi antar-negara, Konsep Diplomasi Iklim sebagai instrumen kebijakan luar negeri, serta Konsep Pluralisme untuk memetakan keterlibatan aktor-aktor non-negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka dan analisis dokumen kebijakan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi iklim Jerman-Vietnam terwujud secara komprehensif melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP). Temuan utama mengindikasikan bahwa Jerman berperan strategis bukan hanya sebagai penyedia modal, melainkan sebagai mitra teknis dalam modernisasi jaringan listrik (smart grid) Vietnam. Melalui perspektif pluralisme, ditemukan bahwa aktor non-negara seperti GIZ, organisasi internasional, dan investor swasta memiliki peran krusial dalam menjembatani celah pendanaan dan teknologi. Meskipun kerja sama ini didasari oleh kepentingan bersama (interdependensi) yang kuat, proses transisi masih menghadapi tantangan domestik berupa ketergantungan pada batu bara dan ketidakstabilan regulasi harga listrik. Diplomasi Jerman di sini berfungsi sebagai katalisator bagi reformasi kebijakan internal Vietnam untuk menciptakan ekosistem energi yang lebih hijau. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi multi-aktor dan penguatan teknis menjadi kunci keberhasilan transisi energi dalam diplomasi iklim transnasional.
No other version available