Text
Peran Greenpeace sebagai Aktor Transnasional dan Tata Kelola Lingkungan Studi Kasus: Deforestasi dan Penambangan Nikel di Raja Ampat
Penelitian ini membahas peran Greenpeace sebagai aktor transnasional dalam mencegah deforestasi dan penambangan nikel di Raja Ampat. Raja Ampat merupakan kawasan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan memiliki nilai ekologis penting bagi dunia. Namun, aktivitas pertambangan nikel dan pembukaan lahan telah menyebabkan ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan, termasuk kerusakan hutan, sedimentasi pesisir, dan gangguan terhadap ekosistem laut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan yang bersumber dari jurnal, buku, laporan organisasi, media daring, dan dokumen resmi pemerintah. Penelitian ini menggunakan perspektif pluralisme dan teori peran NGO David Lewis untuk menganalisis strategi Greenpeace. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Greenpeace berperan melalui investigasi dan pemetaan wilayah tambang, kampanye digital #SaveRajaAmpat, advokasi terhadap pemerintah, edukasi publik melalui media sosial, serta kerja sama dengan organisasi lingkungan lainnya. Greenpeace juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat internasional terhadap ancaman lingkungan di Raja Ampat dan mendorong pemerintah untuk mengevaluasi izin perusahaan tambang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Greenpeace memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat tata kelola lingkungan dan perlindungan kawasan konservasi di Raja Ampat.
No other version available