Text
PERAN PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL (PPNS) DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN (DLHK) DALAM PENANGANAN KEJAHATAN KORPORASI PERUSAK LINGKUNGAN: SEBUAH KAJIAN GREEN CRIMINOLOGY DI KABUPATEN PELALAWAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Pelalawan dalam menangani kejahatan korporasi yang menyebabkan kerusakan lingkungan dengan menggunakan perspektif green criminology. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya aktivitas korporasi di sektor perkebunan dan kehutanan yang berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti pencemaran limbah, deforestasi, dan pelanggaran perizinan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas PPNS DLHK, aparat penegak hukum, dan masyarakat yang terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPNS memiliki peran penting dalam proses penyidikan, pengumpulan alat bukti, serta koordinasi dengan instansi terkait dalam penegakan hukum lingkungan melalui jalur administratif maupun pidana. Namun, pelaksanaan tugas tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, sarana pendukung yang belum memadai, kesulitan pembuktian kasus korporasi, dan koordinasi antarlembaga yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas PPNS, penguatan koordinasi antarinstansi, serta kebijakan yang lebih tegas guna mendukung penegakan hukum lingkungan yang efektif dan berkeadilan ekologis.
No other version available