Text
diplomasi iklim dan ekonomi: reformasi investasi energi berkelanjutan cina di indonesia pasca kritik greenwashing
Penelitian ini menganalisis kritik terhadap praktik investasi energi Cina di Indonesia yang terindikasi sebagai greenwashing, sekaligus mendorong reformasi kebijakan menuju investasi energi yang berkelanjutan. Masalah utama yang dikaji adalah kontradiksi antara narasi ramah lingkungan yang dikonstruksikan oleh investor dan realitas lapangan yang masih didominasi oleh energi fosil, lemahnya pengawasan lingkungan, serta ego kepentingan ekonomi yang menghambat agenda transisi energi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini dibedah melalui teori konstruktivisme, politik hijau, dan rezim internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik greenwashing digunakan untuk melegitimasi investasi konvensional berbasis karbon tinggi di bawah label keberlanjutan. Namun di sisi lain, kritik terhadap fenomena ini berkembang menjadi tekanan normatif yang mendorong Indonesia untuk memperkuat posisi tawarnya dalam diplomasi iklim. Hubungan bilateral Indonesia-Cina kini menghadapi momentum krusial untuk mereformasi kebijakan investasi agar lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada perlindungan lingkungan. Oleh karena itu, reformasi investasi energi harus difokuskan pada penguatan regulasi dan implementasi domestik, penegasan standar lingkungan, serta penerapan prinsip keadilan ekologis guna memastikan transisi energi tidak sekadar menjadi retorika politik, melainkan mewujud dalam implementasi yang konkret.
No other version available