Text
Penerapan E-Government Melalui Pengadaan Sertifikat Tanah Elektronik di Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru
Penelitian ini dilatarbelakangi pada upaya digitalisasi pelayanan pertanahan melalui penerapan sertipikat tanah elektronik sebagai komponen pelaksanaan e- government di Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru. Terlepas dari penerapan kebijakan sertifikasi tanah elektronik, beberapa tahapan pelayanan, seperti pemeriksaan berkas, verifikasi dokumen, dan pengukuran lapangan, terus dilakukan secara manual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti penerapan e- government melalui pelayanan sertipikat tanah elektronik dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapannya, berdasarkan aspek support, capacity, dan value sesuai dengan teori e-government yang dikemukakan oleh Richardus Eko Indrajit. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan kerangka deskriptif. Informan penelitian terdiri dari petugas dari Dinas Pertanahan Kota Pekanbaru, Staf Notaris/PPAT, dan masyarakat penerima manfaat layanan sertipikat tanah elektronik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan e- government dari aspek support telah didukung oleh kerangka regulasi, komitmen kepemimpinan, dan penjangkauan sosialisasi kepada masyarakat. Dari segi capacity, ada sumber daya manusia yang telah menjalani pelatihan, dilengkapi dengan infrastruktur, jaringan, dan sistem aplikasi yang memfasilitasi penyampaian layanan. Dari perspektif value, penerapan sertipikat tanah elektronik memiliki kapasitas untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, aksesibilitas informasi, dan kepuasan masyarakat. Namun, pelaksanaannya tidak sepenuhnya optimal karena persistensi tahapan layanan manual, serta hambatan teknis yang dimanifestasikan sebagai gangguan sistem dan jaringan. Akibatnya, penerapan e-government melalui layanan sertifikasi tanah elektronik di Dinas Pertanahan Kota Pekanbaru telah menghasilkan keuntungan dalam meningkatkan kualitas layanan lahan, namun memerlukan penguatan integrasi sistem digital, peningkatan infrastruktur teknologi, dan optimalisasi inisiatif penjangkauan masyarakat
No other version available