Text
Analisis Stabilitas Lereng Atau Tebing Sungai Kondisi Eksisting Dan Dengan Perkuatan. Studi Kasus : Pantai Kute Kabupaten Pelalawan
Lokasi yang menjadi titik tanah longsor saat ini memang cukup rawan. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari peran pemerintah Desa Kuala Terusan, Pantai Kute Kabupaten Pelalawan, dilakukan perkuatan agar dapat mendukung tanah pada jalan dan berfungsi untuk menahan tanah serta mencegah dari bahaya kelongsoran baik akibat tekanan air, berat tanah maupun beban yang melintasi jalan sekitaran pantai Kute Kabupaten Pelalawan. Jika tidak segera diatasi maka akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada SNI 8460:2017. Persyaratan perancangan geoteknik, menggunakan perhitungan metode elemen hingga bantuan software plaxis 2024, untuk perhitungan manual metode Fellenius (Ordinary Method Of Slice). Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data dengan data sekunder yang melalui studi literatur ataupun buku dan materi kuliah yang berhubungan dengan permasalahan yang ditinjau dan data yang ada. Berdasarkan hasil analisis stabilitas lereng eksisting dengan menggunakan perhitungan manual metode Fellenius didapatkan hasil SF sebesar 1,00 , dan hasil analisis stabilitas lereng eksisting dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH) keadaan tanpa perkuatan didapatkan hasil SF sebesar 1,079 , serta penurunan 0,8542 meter. Hal ini menunjukan bahwa lereng dalam kondisi kritis. Pada kondisi setelah perkuatan didapatkan hasil SF sebesar 1,523 serta penurunan tanah sebesar 0,4851 meter. Dengan ini lereng dinyatakan aman karena melebihi dari nilai faktor keamanan dinding penahan tanah 1,5 menurut SNI 8460:2017.
No other version available