Text
Uji perbandingan keefektifan lumpur oil based mud berbahan dasar coconut oil dan diesel oil terhadap rheology lumpur pemboran
Lumpur pemboran (drilling mud) merupakan salah satu komponen penting dalam operasi pemboran yang berfungsi untuk mengangkat cutting ke permukaan, mengontrol tekanan formasi, menjaga kestabilan lubang bor, serta mencegah kerusakan formasi. Pada umumnya, Oil Based Mud (OBM) menggunakan diesel oil sebagai fluida dasar. Namun, penggunaan diesel oil memiliki beberapa kelemahan, seperti kurang ramah lingkungan dan biaya yang relatif tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keefektifan lumpur Oil Based Mud (OBM) berbahan dasar coconut oil dan diesel oil terhadap karakteristik rheologi lumpur pemboran. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan enam sampel lumpur, yaitu tiga sampel berbahan dasar diesel oil dan tiga sampel berbahan dasar coconut oil pada variasi volume 225 mL, 245 mL, dan 270 mL. Parameter yang diuji meliputi densitas, Plastic Viscosity (PV), Yield Point (YP), Gel Strength, Filtration Loss, dan Mud Cake. Selain itu, dilakukan analisis statistik sederhana menggunakan regresi linear dan koefisien determinasi (R²).Hasil penelitian menunjukkan bahwa lumpur berbasis diesel oil memiliki performa yang lebih baik pada parameter densitas, PV, YP, dan Gel Strength. Namun, lumpur berbasis coconut oil menghasilkan nilai filtration loss yang lebih rendah, yaitu 2–4 mL, dibandingkan diesel oil sebesar 14–20 mL, sehingga lebih efektif dalam mengendalikan kehilangan filtrat ke formasi. Analisis statistik menunjukkan bahwa variasi komposisi berpengaruh terhadap perubahan sifat rheologi lumpur dengan tingkat hubungan yang bervariasi pada setiap parameter.Berdasarkan hasil penelitian, coconut oil berpotensi menjadi alternatif fluida dasar OBM yang lebih ramah lingkungan, namun masih memerlukan optimasi formulasi untuk meningkatkan performa rheologinya.
No other version available