Text
PELAKSANAAN PENGAWASAN DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI RIAU TERHADAP ANGKUTAN BARANG DALAM MENINGKATKAN KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT (STUDI PADA RUAS JALAN GARUDA SAKTI KOTA PEKANBARU)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengawasan Dinas Perhubungan Provinsi Riau terhadap angkutan barang dalam meningkatkan keselamatan transportasi darat pada ruas Jalan Garuda Sakti Kota Pekanbaru, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih tingginya pelanggaran angkutan barang, khususnya pelanggaran terkait Over Dimension Over Load (ODOL), kelayakan kendaraan, kelengkapan administrasi, dan kepatuhan terhadap tata cara pemuatan. Data Dinas Perhubungan Provinsi Riau menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2023–2025 terdapat 966 kasus pelanggaran angkutan barang, dengan jumlah pelanggaran tertinggi terjadi pada tahun 2024. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan belum sepenuhnya optimal dalam menekan pelanggaran dan mendukung keselamatan transportasi darat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas Jalan, Penguji Kendaraan Bermotor, serta masyarakat pengguna angkutan umum dan angkutan barang. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mengacu pada teori pengawasan George R. Terry yang mencakup empat indikator, yaitu penetapan standar, pengukuran pelaksanaan, perbandingan pelaksanaan dengan standar, dan tindakan korektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengawasan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Riau telah dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan kendaraan, penertiban pelanggaran, sosialisasi, dan koordinasi dengan instansi terkait. Namun demikian, pelaksanaannya belum berjalan optimal karena masih ditemukan kendaraan angkutan barang yang melanggar ketentuan. Adapun faktor penghambat utama meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya jumlah personel pengawas, keterbatasan anggaran, serta belum maksimalnya koordinasi antarinstansi. Dengan demikian, pengawasan angkutan barang di ruas Jalan Garuda Sakti masih perlu ditingkatkan agar tujuan keselamatan transportasi darat dapat tercapai secara lebih efektif.
No other version available