Text
HUBUNGAN PYCHOLOGICAL WELL-BEING DENGAN QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI UNIVERSITAS ISLAM RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological well-being dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Riau. Mahasiswa tingkat akhir merupakan kelompok yang rentan mengalami quarter life crisis karena berada pada masa transisi menuju dewasa awal yang ditandai dengan berbagai tuntutan akademik, sosial, serta ketidakpastian mengenai masa depan. Psychological well-being dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat membantu individu menghadapi berbagai tekanan tersebut secara lebih adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 392 mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Riau yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Psychological Well-Being yang diadaptasi dari Ryff (dalam Humaidah & Mulyono, 2025) dan skala Quarter Life Crisis yang diadaptasi dari Agustin (2012) berdasarkan modifikasi kuesioner Hassler (2009), kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara psychological well-being dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Riau dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,534 dan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi psychological well-being yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah tingkat quarter life crisis yang dialaminya. Sebaliknya, semakin rendah psychological well-being, maka semakin tinggi tingkat quarter life crisis yang dirasakan.
No other version available