Text
HUBUNGAN ANTARA KETIADAAN PERAN AYAH DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PERNIKAHAN PADA WANITA DEWASA AWAL
Kecemasan menghadapi pernikahan pada wanita dewasa awal mejadi fenomena yang semakin banyak ditemukan seiring meningkatnya tekanan sosial, ketakutan terhadap komitmen, serta pengalaman keluarga yang kurang mendukung, khususnya ketiadaan peran ayah dalam kehidupan anak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketiadaan peran ayah dengan kecemasan menghadapi pernikahan pada wanita dewasa awal di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Sampel penelitian berjumlah 401 wanita dewasa awal berusia 18–25 tahun yang belum menikah dan berdomisili di Pekanbaru, dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan instrumen berupa Skala Ketiadaan Peran Ayah dan Skala Kecemasan Menghadapi Pernikahan serta dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho melalui SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara ketiadaan peran ayah dengan kecemasan menghadapi pernikahan pada wanita dewasa awal. Hasil analisis statistik memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,734 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan hubungan sangat kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat ketiadaan peran ayah, semakin tinggi pula kecemasan dalam menghadapi pernikahan. Oleh karena itu, dukungan keluarga, konseling psikologis, dan edukasi pranikah diperlukan untuk membantu mengurangi kecemasan serta meningkatkan kesiapan menghadapi pernikahan.
No other version available