Text
Representasi Standar Kecantikan di TikTok dan Praktik Self-Surveillance Pada Remaja Perempuan
ABSTRAK Representasi Standar Kecantikan di TikTok dan Praktik Self-Surveillance pada Remaja Perempuan Annisa Zahra Prabowo 229110042 Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana representasi standar kecantikan di TikTok serta praktik self-surveillance yang dialami remaja perempuan dalam merespons standar kecantikan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori representasi Stuart Hall dan konsep self-surveillance Michel Foucault. Subjek penelitian terdiri dari lima remaja perempuan berhijab pengguna aktif TikTok berusia 16–20 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan terhadap akun TikTok @202.219 (mel), wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi metode, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna cantik di TikTok dikonstruksi melalui representasi visual yang dominan, seperti tampilan glowing, estetik, rapi, dan mengikuti tren yang sedang viral. Representasi tersebut diperkuat oleh algoritma TikTok yang memprioritaskan konten dengan tingkat engagement tinggi sehingga membentuk pola visibilitas yang homogen dan terus direproduksi melalui For You Page (FYP). Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa remaja perempuan berhijab cenderung menyesuaikan perilaku produksi maupun konsumsi konten dengan standar visual yang dianggap lebih mudah diterima oleh algoritma. Praktik self-surveillance muncul dalam bentuk pengambilan ulang video, penggunaan filter, pemilihan sudut pengambilan gambar, evaluasi terhadap penampilan diri, hingga penghapusan konten yang memperoleh respons rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa standar kecantikan digital telah terinternalisasi dalam kesadaran remaja perempuan dan memengaruhi cara mereka menilai serta mengawasi diri sendiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi kecantikan, algoritma TikTok, dan praktik self-surveillance merupakan tiga elemen yang saling berkaitan dalam membentuk pengalaman digital remaja perempuan. TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang produksi makna yang membentuk persepsi, identitas, dan perilaku pengguna terhadap standar kecantikan yang berlaku di ruang digital. Kata kunci : Representasi Kecantikan, TikTok, Self-Surveillance, Remaja Perempuan, Standar Kecantikan, Algoritma Media Sosial.
No other version available